Konseling

PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN SELF EFFICACY TERHADAP KECEMASAN BERBICARA SISWA DI DEPAN KELAS (STUDI PADA SISWA SMP NEGERI 33 KERINCI)

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya indikasi siswa yang mengalami kecemasan berbicara di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) pengaruh kepercayaan diri terhadap kecemasan berbicara di depan kelas pada siswa, 2) pengaruh self efficacy terhadap kecemasan berbicara di depan kelas pada siswa, 3) pengaruh kepercayaan diri dan self efficacy terhadap kecemasan berbicara di depan kelas pada siswa SMP Negeri 33 Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional.
Penulis
Koleksi

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR ANTARA SISWA ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 KERINCI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yaitu Masih ada siswa yang datang terlambat kesekolah ketika pelajaran sudah dimulai. Masih ada siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah di sekolah dan masih ditemui siswa yang membolos saat jam pelajaran sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetetahui: perbedaan motivasi belajar siswa IPA dan IPS di Kelas XI MAN 2 Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif.
Penulis
Koleksi

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MEREDUKSI TINGKAH LAKU MEROKOK SISWA DI SMA NEGERI 4 KERINCI

Penelitian ini dilatar belakangi dari tingkah laku merokok siswa yang terindikasi banyak di SMA Negeri 4 Kerinci, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan upaya guru BK dalam mereduksi tingkah laku merokok siswa, untuk mengungkapkan kendala guru BK dalam mereduksi tingkah laku merokok siswa dan untuk mengungkapkan solusi guru BK dalam mereduksi tingkah laku merokok siswa di SMA negeri 4 kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Penulis
Koleksi

PERAN TEKNIK PERMAINAN DIALOG DALAM MENGURANGI KECEMASAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 15 KERINCI

1. Bentuk kecemasan komunikasi siswa di sekolah menengah pertama (SMP) negeri 15 kerinci. Bentuk kecemasan komunikasi siswa di sekolah menengah pertama (SMP) negeri 15 kerinci dapat dilihat dari banyaknya siswa yang malu, takut, minder dan cemas ini muncul tanpa memperhatikan situasi khusus, ketakutan muncul dalam situasi komunikasi kelompok kecil, berbicara didepan umum, maupun komunikasi massa. Juga komunikasi yang timbul karena situasi sosial yang menyebabkan seseorang tidak mampu menyampaikan pesannya secara jelas sehingga ia ingin bahkan menghindari berkomunikasi dengan orang lain.
Penulis
Koleksi

PERAN KONDISI SOSIO-EKONOMI KELUARGA TERHADAP PERENCANAAN KARIR SISWA DI SMP NEGERI 4 SUNGAIPENUH PADA TAHUN AJARAN 2020-2021

Orang tua memegang peranan yang cukup siginifikan terhadap pemilihan karir anak mereka beranjak dewasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena anak yang mengalami permasalahan dalam merencanakan karirnya sangat membutuhkan dukungan orang tua. Dukungan yang diberikan orang tua di SMP Negeri 4 Sungaipenuh dalam perencanaan karir anak masih kurang. Orang tua hanya menyerahkan keputusan tentang karir kepada anaknya saja.
Penulis
Koleksi

PERBEDAAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN PRAMUKA DENGAN PALANG MERAH REMAJA DI MTsN 1 SUNGAI PENUH

Penelitian Ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang terjadi bahwa beberapa siswa belum mampu menyampaikan pendapatnya atau merespon informasi sesuai dengan kebutuhan guru sebagai komunikator, atau pada situasi tanya jawab karena keterampilan mendengarkan yang belum efektif, beberapa siswa menunjukkan kurang kondusif seperti pada saat diberikan informasi atau pesan oleh guru, siswa sebagai komunikasn terlihat sibuk bercerita dengan teman, menunjukan sikap kurang serius.Pada kegiatan ekstrakurikuler terutama pada kegiatan pramuka dan palang merah remaja merupakan kegiatan yang banyak berhu
Koleksi

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN MUJAHADAH UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 SUNGAI PENUH

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang memiliki empati rendah dan menunjukan sikap-sikap yang tidak sesuai dengan yang harus dipenuhi oleh seorang siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui empati siswa sebelum melakukan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan mujahadah pada siswa SMAN 3 Sungai Penuh. (2) mengetahui empati siswa sesudah melakukan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan mujahadah pada siswa SMAN 3 Sungai Penuh.
Koleksi

EFEKTIVITAS LAYANAN ORIENTASI UNTUK MEMBENTUK PERSEPSIPOSITIF SISWA TENTANG GURU BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMKN) 4 KERINCI

Bimbingan dan konseling merupakan bagian dari sistem pendidikan di sekolah. Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah diakui, namun masih ada siswa yang memiliki persepsi negatif tentang guru bimbingan dan konseling.
Penulis
Koleksi

PENGARUH PERSEPSI POLA ASUH ORANG TUA DAN REGULASI DIRI DENGAN KEMANDIRIAN SISWA DALAM BELAJAR

Penelitian ini dilatar belakangi di dalam konteks proses belajar terlihat adanya fenomena peserta didik yang kurang mandiri dalam belajar sehingga mengganggu proses pembelajaran. Tujuan penelitian 1) Untuk mengungkap pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian siswa SMAN 18 Merangin dalam belajar, 2) Untuk mengungkap pengaruh regulasi diri terhadap kemandirian siswa SMAN 18 Merangin dalam belajar, 3) Untuk mengungkap pengaruh pola asuh orang tua dan regulasi diri terhadap kemandirian siswa SMAN 18 Merangin. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional.
Penulis
Koleksi

PERILAKU MEMBOLOS SISWA DAN PERAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (STUDI DI SMP NEGERI 11 KERINCI)

Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tentang perilaku membolos siswa dan peran pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 11 Kerinci, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut: 1. Faktor penyebab terjadinya perilaku membolos siswa di SMP Negeri 11 Kerinci yakni : faktor dari dalam diri sendiri, faktor Keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor teman sebaya, dan faktor lingkungan masyarkat. 2. Akibat perilaku membolos yang dilakuan siswa SMP Negeri 11 Kerinci antara lain : siswa tidak dapat mengikuti pelajaran sehingga prestasinya kurang baik, siswa menjadi ana
Koleksi