Deskripsi/Abstract
Penelitian bertujuan mengetahui permasalahan dalam pengembangan UMKM
INAFA dan mengetahui strategi UMKM Inafa dalam mengatasi permasalahan
pengembangan usaha kerajinan seprai di Desa Penawar Kecamatan Sitinjau Laut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui
observasi, wawancara dengan pemilik UMKM INAFA, karyawan, dan pelanggan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah yang
dihadapi dalam pengembangan UMKM; 1) dalam produk kemampuan produksi
UMKM Inafa masih rendah yaitu jumlah rata-rata seprai yang diproduksi sedikit
hanya 20 set seprai dan 5 sampai 10 set seprai ditambah selimut perbulannya karena
karyawan produksi hanya satu orang dan label belum jelas; 2) dari segi harga
produk UMKM INAFA dijual dengan harga yang lebih tinggi dari produk rata-rata
di pasaran; 3) dari segi tempat UMKM Inafa berlokasi jauh dari keramaian dan
pemasaran belum dilakukan penjualan produk ke toko-toko; 4) dari segi promosi
yang dilakukan UMKM Inafa hanya secara konvensional dan belum memiliki
jadwal promosi melalui iklan secara kontinu di media sosial serta informasi produk
tidak memiliki jadwal update. Strategi pengembangan yang dilakukan untuk
mengatasi permasalahan ini adalah; 1) dari segi produk hendaknya memanfaatkan
mesin jahit modern dalam jumlah yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan
jumlah produksi; 2) dari segi harga lebih tekankan kualitas, fitur, atau nilai jual unik
yang tidak dimiliki oleh produk pesaing yang lebih murah; 3) dari segi tempat
hendaknya memperluas lokasi penjualan fisik dengan membuka cabang; 4) dari
segi promosi hendaknya UMKM Inafa menyusun jadwal promosi iklan di media
sosial yang konsisten dan berkelanjutan. Kesimpulan UMKM INAFA memiliki
beberapa permasalahan baik internal maupun eksternal diantaranya adalah
keterbatasan sumber daya manusia yang menyebabkan terhambatnya peningkatan
jumlah produksi dan pemasaran yang terbatas. Saran kepada pemilik UMKM
INAFA hendaknya melakukan proses seleksi karyawan lebih ketat dengan
memprioritaskan calon karyawan yang memiliki sertifikat pelatihan atau
pendidikan formal dibidang menjahit, menyuplai produk ke toko-toko seprai dan
meningkatkan pemanfaatan digital marketing untuk menjangkau pasar yang lebih
luas.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| Skripsi Alya Nayla Fahira.pdf | 2.34 MB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.
Berdasar Subject
Berdasar Tags
Saat ini belum ada karya lainnya berdasar kategori ini.