PERAN PEMBINA ASRAMA PUTRA DALAM MENANGGULANGI RENDAHNYA KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI SANTRIWAN KELAS VII DI PONDOK PESANTREN NURUL HAQ SEMURUP

Deskripsi/Abstract
Al-Qur’an adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman umat Islam yang memiliki keistimewaan luar biasa. Tiada bacaan seperti Al-Qur’an yang di atur tata cara membacanya dan mempelajari Al-Qur’an di nilai ibadah oleh Allah SWT. Dalam penelitian ini penulis mengajukan pertanyaan pelitian yaitu: Bagaimana kemampuan santri kelas VII dalam membaca Al-Qur’an di Pesantren Nurul Haq Semurup?; Bagaimana peran dan upaya pembina asrama mengatasi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an santri kelas VII di Pesantren Nurul Haq Semurup?; Bagaimana pencapaian pembina asrama dalam menanggulangi rendahnya baca al-Qur’an Siswa santri kelas VII di Pesantren Nurul Haq Semurup?. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri pondok pesantren Pesantren Nurul Haq Semurup. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif lapangan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan awal santri kelas VII dalam membaca Al-Qur’an di pesantren Nurul Haq sebagian besar berada pada tingkatan rendah sehingga ditempatkan pada kelompok belajar tahsin 1 dimana para santri diajarkan mulai dari dasar yaitu mengenali huruf dan membaca huruf hijaiyah yang bersambung. Peran dan upaya pembina asrama dalam mengatasi rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an santri kelas VII di pesantren Nurul Haq sudah cukup baik yaitu dengan memaksimalkan tenaga ustadz untuk mengajar santri pada tingkatan rendah dan dalam proses pembelajaran menggunakan teknik klasikal, baca simak murni, sam’iyah safawiyah, dan juga tutor sebaya. Pencapaian yang didapatkan dari usaha dan upaya pembina asrama dalam menanggulangi rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an santri kelas VII di pesantren Nurul Haq Semurup adalah sebagian besar santri mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an yang awalnya rendah, yang awalnya tidakbisa membaca huruf hijaiyah bersambung saat ini sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata sehingga bisa melanjutkan proses belajar ke kelompok tahsin 2.
Waktu Publikasi
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
SKRIPSI.pdf 8.11 MB