MEMBENTUK KARAKTER ANAK: PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA HIANG SAKTI

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini penting dilakukan karena semakin banyaknya keluarga orang tua tunggal di Desa Hiang Sakti menuntut pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana pola asuh mereka berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak melalui Pendidikan Agama Islam. Kondisi orang tua tunggal yang harus menjalankan dua peran sekaligus membuat proses pembinaan karakter anak menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan kajian yang dapat menggambarkan pola asuh yang berlangsung. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola asuh orang tua tunggal terhadap membentuk karakter anak, serta menjelaskan dampak pola asuh orang tua tunggal terhadap karakter anak. Selain itu, penelitian ini ingin mengungkap berbagai kesulitan yang dihadapi orang tua tunggal dalam membina dan mempertahankan karakter anak sesuai nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 10 orang tua tunggal dan 10 anak dari keluarga orang tua tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Pola asuh yang dianalisis mencakup cara orang tua tunggal dalam mendidik, membimbing, menanamkan nilai-nilai agama, serta menghadapi tantangan sehari-hari dalam membentuk karakter anak. Teknik analisis data meliputi tahap transkripsi, pemilihan dan klasifikasi data, identifikasi tema dan kategori, deskripsi dan interpretasi, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tunggal di Desa Hiang Sakti mayoritas menerapkan pola asuh otoritatif yang memadukan ketegasan dan kehangatan, serta terbukti efektif dalam membentuk karakter religius, mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak baik pada anak. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, kelelahan fisik dan emosional, serta tekanan psikologis pada anak, orang tua tetap mampu mengoptimalkan pembiasaan, keteladanan, komunikasi, dan dukungan lingkungan pendidikan sebagai strategi dalam proses pembentukan karakter anak.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
Marsanda.pdf 2.65 MB