Deskripsi/Abstract
Fenomena krisis identitas pada siswa Muslim di era modern muncul akibat benturan antara nilai-nilai Islam dengan budaya global yang cenderung sekuler, terutama melalui media sosial dan arus globalisasi. Kondisi ini menuntut peranstrategis guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memberikan pendampinganpsikologis dan spiritual guna membantu siswa memperkuat jati diri keislamanmereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru BKdalammengatasi krisis identitas siswa Muslim serta mengidentifikasi strategi dan faktorfaktor yang memengaruhi efektivitas layanan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yangdilaksanakan di SMA Negeri 12 Kerinci. Subjek penelitian terdiri atas guruBKdan siswa Muslim kelas XI yang mengalami atau berpotensi mengalami krisisidentitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermanyangmeliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan melalui tiga layananutama, yaitu layanan informasi berbasis nilai Islam, bimbingan kelompok untukmemperkuat dukungan sosial, dan konseling individual untuk membantu siswamengatasi konflik identitas secara personal. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar guru BK memperoleh pelatihan konseling Islami yang lebihintensif, sekolah mengintegrasikan program keagamaan dalamlayanan BK, sertameningkatkan sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat gunamemperkuat identitas keislaman siswa secara berkelanjutan.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| 2110207022 - JULIYANI.pdf | 9.88 MB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.
Berdasar Subject
Berdasar Tags
Saat ini belum ada karya lainnya berdasar kategori ini.