Deskripsi/Abstract
Tradisi Tawoh di Desa Semerap merupakan salah satu warisan budaya yang
memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal sebagai upaya menghadapi
wabah penyakit menular. Namun, di tengah arus modernisasi yang menyebabkan
banyak tradisi lokal mulai ditinggalkan, Tawoh justru tetap dipertahankan oleh
masyarakat Semerap hingga sekarang sebagai wadah dakwah kultural. Kondisi ini
menimbulkan pertanyaan mengenai, pertama, bagaimana sejarah terbentuknya
tradisi Tawoh, Kedua, bagaimana tradisi Tawoh diterima masyarakat sebagai bentuk
dakwah kultural dan sarana penyembuhan penyakit, Ketiga, bagaimana proses
pelaksanaan tradisi Tawoh sebagai media penyembuhan penyakit di desa Semerap,
dan keempat, bagaimana tradisi Tawoh tetap lestari di tengah pesatnya
perkembangan zaman modern. Berdasarkan persoalan tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis sejarah dan peran dakwah tradisi Tawoh,
menganalisis penerimaan masyarakat terhadapnya, menjelaskan tahapan
pelaksanaannya serta mengungkap faktor-faktor yang membuat tradisi ini tetap
lestari di tengah perkembangan zaman modern.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku adat, tokoh
agama, dan masyarakat Desa Semerap, observasi langsung terhadap pelaksanaan
tradisi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Cholaizi.
Hasil penelitian menunjukkan tradisi Tawoh berawal dari upaya mengatasi
wabah penyakit seperti campak, demam, dan muntaber melalui lima tahapan:
musyawarah empat jenis, pemberitahuan masyarakat, pelaksanaan Qunut Nazilah,
prosesi zikir mengelilingi desa, dan doa tolak bala. Tradisi ini mengandung nilai-
nilai dakwah meliputi tauhid, tawakal, kebersihan, dan persaudaraan yang
disampaikan melalui praktik sosial-keagamaan. Kelestarian tradisi didukung empat
faktor: keterpaduan nilai adat dan agama berdasarkan prinsip "adat bersendi syarak,
syarak bersendi kitabullah", komitmen masyarakat lintas generasi, kepercayaan
terhadap efektivitas penyembuhan spiritual dan fisik, serta nilai kebersamaan yang
memperkuat solidaritas komunal. Tradisi Tawoh membuktikan dakwah Islam dapat
dilaksanakan secara kontekstual dan adaptif melalui pelestarian tradisi lokal yang
selaras dengan ajaran Islam.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| DELFIYA DUWITA PUTRI.pdf | 2.38 MB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.
Berdasar Subject
Berdasar Tags
Saat ini belum ada karya lainnya berdasar kategori ini.