Deskripsi/Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran bioteknologi konvensional yang masih bersifat teoretis dan kurang kontekstual, serta minimnya bahan ajar yang mengaitkan potensi lokal. Siswa kesulitan memahami penerapan bioteknologi karena terbatasnya fasilitas laboratorium dan bahan praktik. Limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Hamparan Rawang (THR) memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran bioteknologi sederhana, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan, mendesain, dan menguji validitas modul pembelajaran biologi berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan limbah cair tahu di Pabrik THR. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), namun dibatasi hingga tahap pengembangan karena keterbatasan waktu dan biaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket praktikalitas, respons siswa, dan validasi ahli materi serta desain. Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase dan rata-rata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan modul praktis, komunikatif, serta berbasis bahan lokal. Modul yang dikembangkan memuat materi bioteknologi, profil Pabrik Tahu THR, panduan praktikum, dan evaluasi pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata 86,67%, dengan validasi materi 88,33% dan validasi desain 85%, yang menandakan modul layak digunakan sebagai bahan ajar bioteknologi konvensional berbasis potensi lokal.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| SKRIPSI OLGA DWI UTAMA.pdf | 3.96 MB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.
Berdasar Subject
Berdasar Tags
Saat ini belum ada karya lainnya berdasar kategori ini.