STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 30 KERINCI

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 30 Kerinci. Ada dari siswa-siswi di SMP Negeri 30 yang berasal dari tempat tinggal peneliti, dimana siswa tersebut kurang berminat dalam kegiatan keagamaan.. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30 Kerinci. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan hal yang berkenaan dengan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30 Kerinci. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 30 Kerinci, Guru PAI SMP Negeri 30 Kerinci, Siswa SMP Negeri 30 Kerinci, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Orang Tua Siswa. Teknik pengumpulan data dilakukann dengan proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari Reduksi Data, Data Display dan Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan. Teknik Keabsahan Data menerapkan teknik triangulasi sumber (data) dan triangulasi metode untuk menguji keabsahan data yang berhubungan dengan masalah penelitian yang diteliti oleh peneliti. Hasil dan Pembahasan: pembelajaran PAI di SMP Negeri 30 Kerinci meliputi beberapa aspek utama. Pertama, rendahnya motivasi belajar siswa yang tercermin dari kurangnya partisipasi aktif dalam pembelajaran. Kedua, keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern. Ketiga, minimnya sarana prasarana pendukung seperti laboratorium agama dan perpustakaan digital. Keempat, latar belakang keagamaan siswa yang beragam dan pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung pembelajaran PAI. Strategi guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa telah dilakukan melalui berbagai pendekatan. Guru telah mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, termasuk penerapan diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis masalah. Implementasi sistem reward dan pendekatan personal telah membantu membangun hubungan positif dengan siswa. Program ekstrakurikuler keagamaan dan kegiatan praktik ibadah juga dikembangkan untuk memperkuat pembelajaran di kelas.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
SKRIPSI SULPIANA.pdf 4.51 MB