STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER BERSAHABAT MELALUI BUDAYA 5S STUDI KASUS DI SMP NEGERI 44 MERANGIN

Deskripsi/Abstract
Guru merupakan seseorang yang mendidik, membimbing anak di sekolah. Kemunduran karakter telah menjadi kebiasaan siswa. Oleh karena itu, perlunya lembaga pendidikan memberikan tindakan untuk menangani hal tersebut salah satunya melalui penerapan budaya sekolah SMPN 44 Merangin. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam menerapkan budaya 5S guna mengembangkan karakter bersahabat siswa; 2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dialami guru dalam penerapan budaya 5S. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman ada 3 yakni: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru adalah melalui keteladanan dan pengkondisian. Sejauh ini penerapan budaya 5S sudah terlaksana di SMPN 44 Merangin akan tetapi belum terlaksana secara maksimal maka dari itu masih perlunya lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan penerapan budaya tersebut. Faktor yang mendukung yakni adanya motivasi, dukungan, bimbingan seorang guru terhadap siswanya. Faktor yang menghambat yakni orang tua, dimana orang tua lebih cenderung menyerahkan anak sepenuhnya di sekolah dalam bidang akademiknya maupun karakter anak, seharusnya orang tualah yang pertama kali memberikan pembentukan karakter pada anak. Respons siswa mengenai penerapan budaya 5S bahwa sebagian siswa sudah menerapkan budaya 5S akan tetapi masih perlunya dukungan, motivasi serta bimbingan serta berkelanjutan agar budaya tersebut terlaksana secara maksimal
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
TESIS JAMILAH.pdf 2.15 MB