Sejarah

Dinamika Islam Dan Peranannya dalam Upacara Adat Pernikahan di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena transformasi upacara adat pernikahan di Desa Bunga Tanjung yang mengalami perubahan signifikan sejak tahun 2013 dengan dibentuknya Tim Pengembangan Tradisi Islam Lokal. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan upacara tradisional adat pernikahan dan menganalisis perkembangan serta peran Islam dalam upacara adat pernikahan di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah budaya.
Koleksi

Tradisi Adat Lompek Paga dalam Sistem Perkawinan di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan Ditinjau Dari Maslahah

Studi ini mengangkat tema tentang “Tradisi Adat Lompek Paga Dalam Sistem Perkawinan di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan Ditinjau Dari Maslahah”. Ditulis oleh Riono Pendri, NIM: 220023028 pada program studi hukum keluarga islam, program pascasarjana. Lompek paga di Nagari Sungai Kunyit merupakan tradisi yang mana setiap laki-laki dari luar Nagari yang ingin menikahi perempuan di Nagari Sungai Kunyit harus membayar sejumlah uang, atau benda berharga lainnya kepada ninik mamak perempuan atas nama adat.
Penulis
Koleksi

Tokoh Politik Islam Era Orde Lama Indonesia: Kajian Pemikiran KH Idham Chalid dalam Menerima Konsep Demokrasi Terpimpin Tahun 1965

After the ups and downs of the cabinet during the parliamentary democracy or often referred to as liberal democracy, Soekarno implemented a new concept and model of democracy since 1959 called guided democracy. KH Idham Chalid who at that time served as chairman of PBNU issued his political ijtihad that guided democracy was in accordance with Islamic teachings. The purpose of writing this article is to find out the ijtihad of KH Idham Chalid, especially his thoughts on the concept of guided democracy.

SISTIM PEMERINTAHAN PRESIDIUM DI KERAJAAN DEPATI IV ALAM KERINCI; STUDI AKULTURASI ISLAM DENGAN TRADISI LOKAL

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sistim pemerintahan yang berlaku di Kerajaan Depati IV Alam Kerinci. secara spesifik penelitian ini akan menjelaskan bagaimana perintahan presidium yang dijalankan di Kerajaan Depati IV Alam Kerinci meliputi latar belakang sistim tersebut dan pelaksanaannya. selanjutnya akan menjelaskan keterkaitan tradisi lokal pemerintahan Depati IV Alam Kerinci dengan prinsip Islam yang terkait dengan masyarakat dan pemerintahan. Lingkup kajian penelitian ini adalah sejarah lokal yakni meneliti keunikan dan fenomena yang berlaku lokal (Kerinci).

Sejarah Islam di Kerinci

Memahami sejarah Islam di Kerinci merupakan kajian pokok untuk memahami kebudayaan dan peradaban Kerinci secara keseluruhan. Memang kajian tentang Kerinci selama ini lebih banyak menekankan pada aspek kebudayaan artistik seperti seni, bahasa dan lainya. Padahal memahami kebudayaan Kerinci haruslah juga mempelajari bagaimana hubungan antara Islam dan sistim kebudayaan Kerinci. Buku ini sejatinya disiapkan lebih lanjut menjadi suatu buku induk pengantar kajian tentang Kerinci, namun oleh karena berbagai keterbatasan, maka buku ini disiapkan sebagai draft untuk dikembangkan lebih lanjut.
Penulis
Koleksi

Negosiasi Otoritas Fikih: Relasi Perti Kultural dan Organisasi Keagamaan Arus Utama di Kerinci

This article provides an explanation of religious dynamics in the aspect of fiqh in Kerinci, Jambi. There are many religious groups and organizations in Kerinci that compete for influence and authority. From all of that, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) is not very prominent as a structural organization, but its role in the cultural area is very decisive. Therefore, this study wants to see how the fiqh transmission pattern played by Perti is structurally and culturally, and how the fiqh authority works in the crowd of religious organizations and groups. This study uses qualitativ
Penulis
Koleksi

Refleksi Kepemimpinan dan Strategi Perang Nabi Muhammad (Studi Kontekstual Legitiimasi Sejarah Perang Uhud)

Abstrak Dalam titik-titik sejarah perang Uhud perang ini merupakan perang kedua yang terjadi sejak didirikannya pemerintahan Islam oleh nabi Muhammad di Madinah. Perang ini disebabkan oleh faktor agama, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor politik. Beberapa literatur menyebutkan bahwa nabi Muhammad dan pasukannya mengalami kekalahan dalam peperangan ini karena banyaknya jumlah mujahid yang wafat. Namun, dalam perspektif ketercapaian tujuan awal faktor penyebab dari perang ini, tidak satupun keberhasilan yang diperoleh Quraisy dan infantrinya.

Dinamika Sarekat Islam dan Komunis (Proses Penyusupan Komunis dan Perpecahan Sarekat Islam)

Sheevliet seorang warga belanda paham komunisme di Indonesia melalui Semaun yang juga anggota dari Sarekat Islam (SI), Semaun niatnya bikin si di tempat tumbuh suburnya paham komunisnya lewat kongres-kongres sampai pada gerakanya inilah tokoh dari tokoh-si dan bikinnya dari SI hingga semakin bertambah perpecahan SI Merah dan SI Putih.

Dampak Kapitulasi Terhadap Peradilan Turki Utsmani

The Ottoman Empire stood above Sharia’s Islam, which at first was only a sultanate and then its power expanded to the gates of Vienna (Austria), the North African region, Arabia and its territory to Aceh Darussalam. The Legal Capitulation Treaty was favorable in the heyday, because traders were stimulated to carry out activities in the Ottoman ports, especially in Istanbul. Significant increase in the country's foreign exchange, so that large activities are carried out without any monetary shock. After a leadership crisis, this legal capitulation agreement has been fruitful.

Penulis
Koleksi

Pemikiran Ekonomi Islam Pada Masa Awal Turki Utsmani

Turki Usmani merupakan pusat Khilafah Islam karena merupakan pemerintahan Islam yang terkuat pada masanya. Puncak kemajuan Turki Usmani berada pada zaman pemerintahan kekuasaan Sultan Mahmud II, antara lain pada tahun 1453 yang ditandai dengan ditaklukkannya kekaisaran Byzantium Romawi. Kekuasaan politik dan militer yang hampir tak terkalahkan ini mulai mendapat tantangan pada masa Sultan Murad IV (1623-1640) dengan munculnya kekuatan Barat. Turki Ustmani lebih memperhatikan kemajuan bidang politik dan militer.

Penulis
Koleksi