LONELINESS PADA REMAJA PELAKU SELF-HARM DI SMAN 3 KERINCI

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini mengkaji perasaan kesepian (loneliness) pada remaja pelaku self- harm di SMAN 3 Kerinci. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku self-harm dan dampak loneliness yang dialami oleh remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama dua remaja pelaku self-harm, teman dekat, guru bimbingan konseling (BK), serta kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loneliness merupakan salah satu faktor utama yang memicu perilaku self-harm pada remaja. Perasaan kesepian yang mendalam, ditambah kesulitan dalam mengekspresikan perasaan, menjadi alasan mereka memilih self-harm sebagai pelarian emosional. Sebelum melakukan self-harm, mereka sering merasa terisolasi dan tertekan secara emosional. Meskipun mendapat dukungan dari keluarga dan teman, perilaku ini seringkali diulang sebagai cara untuk mengatasi stres sementara. Penelitian ini menyarankan pentingnya dukungan sosial dan layanan konseling sebagai upaya untuk mengurangi perilaku self-harm di kalangan remaja.