Strategi Komunikasi Interpersonal Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak untuk Meningkatkan Karakter Religius Santri Kelas IX di Pondok Pesantren Al-Kahfi Kalam Madani Kerinci.

Deskripsi/Abstract
Melakukan Strategi atau cara cara sangat dibutuhkan dalam meningkatkan karakter religius , sebagai seorang guru harus bisa memilih strategi yang akan digunakan dalam meningkatkan karakter religius santri. Dalam pembelajaran Aqidah Akhlak, karakter religius santri akan apabila cara mengajar dan pembinaan guru tidak sesuai. Guru Aqidah Akhlak menggunakan strategi komunikasi interpersonal dalam proses meningkatkan karakter religius santri karena masih terdapat santri yang memiliki karakter religius yang kurang baik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Fenomenologi. Lokasi penelitian ini di Pondok Pesantren Al-Kahfi Kalam Madani Kerinci, jenis sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan Software Nvivo Plus Versi 12. Hasil penelitian 1). Dapat diketahui dengan tidak adanya komunikasi interpersonal oleh guru mata pelajaran aqidah akhlak dapat berpengaruh terhadap karakter santri hingga kurangnya karakter religious tetapi setelah melakukan komunikasi interpersonal karakter religius santri meningkat dan dengan adanya strategi komunikasi interpersonal ini santri menjadi sangat terbantu. 2). Dalam proses meningkatkan karakter religius santri, komunikasi interpersonal dilakukan di setiap pertemuan jam pelajaran aqidah akhlak dan diluar jam pelajaran jika ada waktu luang, tergantung dengan kondisinya. Adapun waktu dilaksanakannya komunikasi interpersonal diluar jam pelajaran yaitu seperti setelah maghrib, selesai santri mengaji akan ada yang namanya pengarahan terhadap santri, setelah isya’, dan jam istirahat yang dipantau oleh pembina asrama pondok 3). Di dapatkan bahwa faktor penghambat adalah interaksi guru dengan santri, serta pengaruh budaya luar. Dari segi komunikasi maupun hubungan antara guru mata pelajaran aqidah akhlak/pembina dan santri tidak ada hambatan serius. Adapun faktor pendukung yang ditemukan oleh pendidik yaitu baik dari segi komunikasinya maupun hubungannya dengan santri terdapat kedekatan antara pendidik dengan santri sehingga mereka tidak ragu dalam menceritakan masalah mereka.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
skripsi teza 2 fix pdf.pdf 2.96 MB