CUCU AYAE DALAM TRADISI PERKAWINAN MASYARAKAT KOTO DUA, SUNGAI PENUH (PENDEKATAN 'URF DAN INTERAKSIONISME SIMBOLIK)

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini berjudul “Cucu ayae dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Koto Dua, Sungai Penuh (Pendekatan ‘Urf dan Interaksionisme Simbolik)”. Berdasarkan masalah yang terjadi di lapangan bahwa masyarakat dan generasi muda tidak terlalu mengetahui makna dan manfaat dari simbol-simbol dalam tradisi cucu ayae atau upacara muloa cucu ayae ini sehingga menjadikan tradisi ini kurang pemahaman lebih lanjut dan hanya sekedar dilakukan karena itu suatu kewajiban bagi masyarakat. Rumusan masalah penelitian ini ialah bagaimana tradisi cucu ayae dalam perkawinan masyarakat Koto Dua, Sungai Penuh dalam pendekatan „urf dan interaksonisme simbolik?. Metode yang penulis gunakan ialah penelitian kualitatif bidang lapangan (field research), penelitian ini diterapkan untuk mendeskripsikan tradisi cucu ayae yang akan dianalisis berdasarkan simbol dengan menggunakan pendekatan „Urf dan Interaksionisme Simbolik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Simbol-simbol yang mengandung makna seperti sirih, lemang, ayam, ikan, tapai, pisang, pakaian adat, hal ini dimaknai bahwa kehidupan berumah tangga memiliki proses yang panjang dan butuh kerja sama serta usaha yang besar jika ingin memiliki keluarga yang bahagia. (2) Pelaksanaan tradisi cucu ayae pada dasarnya merupakan suatu upacara untuk mendo‟akan dan memberikan nasihat kepada kedua pengantin yang telah menikah dengan mengimplementasikan simbol sebagai lambang yang memiliki makna yang akan disampaikan tokoh adat kepada kedua pengantin sebagai bekal berumah tangga. (3) Tradisi ini diambil atas ajaran agama dalam Islam sesuai dengan pepatah adat “Adat bersandi syara‟, syara‟ bersandi Kitabullah”. Simbol-simbol dalam tradisi cucu ayae mengindikasikan ajaran-ajaran Allah Swt dan berdasarkan Alqur‟an serta Hadis sebagai pedoman. Sehingga masyarakat desa Koto Dua dalam menuai ajaran agama terhadap tradisi cucu ayae ini dan selalu bersyukur serta mengutamakan Allah Swt atas nikmat dan berkahnya. „urf ash-shahih merupakan pendekatan yang tepat dalam tradisi cucu ayae ini karena tidak bertentangan dengan ajara agama Islam, sehingga bisa mengajak masyarakat untuk mendalami pemahaman simbol-simbol dalam tradisi cucu ayae atau upacara muloa cucu ayae.
Waktu Publikasi
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
Skripsi Atthahirah Kamila pdf Fix.pdf 1.79 MB