Deskripsi/Abstract
Ratib Razibi merupakan salah satu bentuk dakwah kultural yang tumbuh dan dijaga oleh masyarakat desa Tebing Tinggi, Kecamatan Danau Kerinci. Praktik ini bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi media penguat solidaritas sosial dan peneguh identitas budaya lokal. Seiring masuknya era Society 5.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan gaya hidup serba digital, kegiatan ini menghadapi tantangan baru yang memerlukan penyesuaian. Penelitian ini memfokuskan pada tiga hal utama: peran Ratib Razibi dalam membangun ikatan sosial dan identitas budaya, proses pewarisan nilai-nilai dakwah di tengah perubahan zaman, serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinterpretasikan dan diselaraskan dengan perkembangan teknologi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kontribusi Ratib Razibi terhadap pembentukan kesadaran kolektif masyarakat, mekanisme pewarisan nilai Islam kepada generasi muda, dan upaya adaptasi kegiatan ini dalam konteks digital masa kini.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara mendalam, serta dokumentasi aktivitas keagamaan yang dilakukan masyarakat setempat. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali makna yang tersembunyi dalam praktik keagamaan serta pola relasi sosial yang terbentuk di dalamnya. Penelitian ini menyoroti bagaimana proses internalisasi nilai dakwah dilakukan secara nonformal, melalui praktik langsung serta pendampingan dari tokoh agama. Selain itu, teknologi digital mulai digunakan sebagai alat bantu dalam pelestarian dan penyebaran kegiatan ini, memungkinkan generasi muda untuk lebih mudah mengakses dan memahami makna yang terkandung dalam Ratib Razibi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mempertahankan nilai-nilai dakwah agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ratib Razibi memiliki kontribusi penting dalam menjaga dan memperkuat ikatan sosial masyarakat. Kegiatan dzikir dan doa bersama tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga mendorong terciptanya solidaritas antarwarga. Pewarisan nilai dilakukan melalui pendekatan lisan, praktik langsung, dan pembinaan dari tokoh agama, yang telah terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Tantangan era Society 5.0 justru menjadi peluang ketika masyarakat mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebaran nilai dakwah. Dengan demikian, Ratib Razibi tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga mengalami perluasan makna dan jangkauan, menunjukkan kemampuan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan substansi spiritual dan sosialnya.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| SKRIPSI ANIS MARTI_0.pdf | 2.02 MB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.
Berdasar Subject
Berdasar Tags
Saat ini belum ada karya lainnya berdasar kategori ini.