Politik
Strategi Etnis Jawa Kerinci di Era Desentralisasi
Politik dan Dakwah Islam : Studi Perilaku Memilih di Kabupaten kerinci dan sungai Penuh
Politik dan Dakwah Islam : Studi Prilaku memilih di kabupaten Kerinci dan Kota sungai Penuh
Ilmu Politik Praktis : Dari Teori ke implementasi
Sejarah Konflik Politik Indonesia
An Analysis of the Failures and Successes of the Presidential Decree in the Parliament Dissolution (A Comparative of the Presidential Decree in Tunisia and Indonesia During Soekarno and Abdurrahman Wahid)
Pemilihan Umum (Pemilu) Langsung di Indonesia Perspektif Sosiologis dan Hukum Islam
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden merupakan suatu “ritual politik”yang secara periodik dilaksanakan di Indonesia. Berdasarkan sejarahnya, Pemilihan Umum telah dilaksanakan sebanyak 12 (dua belas kali) mulai pemilu pertama tahun 1955 hingga yang terakhir pemilu ke-12 pada tahun 2019. Pemilihan Umum di Indonesia yang menganut sistem pemilihan umum langsung sesuai yang diamanatkan UUD 1945 perubahan ketiga Pasal 22E dan sesuai dengan pasal 2 ayat (1) UUD 1945. Meskipun demikian tetap saja rakyat yang memegang kedaulatan penuh itu bervariasi jenisnya.
Peran Kaum Adat Dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Di Lima Desa Dalam Kedepatian Semerap Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi
Dalam hal pelaksanaan pemilihan Kepala Desa yang menggabungkan antara Peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat sebagai pedoman pelaksanaannya, lima desa di Kedepatian Semerap adalah salah satunya. Permasalahan yang penulis angkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana peran kaum adat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dalam Kedepatian Semerap Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi?
Demokrasi Dan Etnisitas: Studi Politisasi Kelompok Etnik Pada Pemilihan Walikota/ Wakil Walikota Jambi Tahun 2013
Sistem politik Indonesia yang telah mengalami pelbagai perubahan sejak runtuhnya rezim Orde Baru di bawah Soeharto menunjukkan terjadi pergeseran kekuasaan dari pemerintah pusat ke masing-masing daerah. Pergeseran ini membuka peluang bagi kelompok etnik untuk memainkan peran dalam merebut kekuasaan tersebut. Beberapa peristiwa perebutan kekuasaan yang mengandalkan sentimen etnik terjadi di banyak tempat. Pertanyaan pentingnya apakah pergeseran kekuasaan dengan mengandalkan sentimen etnis juga terjadi di Kota Jambi?