Deskripsi/Abstract
Orang Jawa datang ke wilayah Kerinci pada zaman kolonial sebagai Kuli Kontrak, lalu menetap dan beregenari, bahkan ada yang tak pernah melihat tanah Jawa dan tak mau disebut Orang Jawa. Mereka lebih nyaman disebut Jaker (Jawa Kerinci), walaupun identitas budayanya menjadi ambigu. Orang Jaker dikenal rajin, ulet, ukil sehingga lebih makmur dan sejahtera.
Di era desentralisasi, kebijakan pemerintah daerah cenderung mementingkan ikatan primordial seperti identitas suku, ras dan kedaerahan yang memperuncing pertentangan kepentingan antara etnis lokal dan pendatang. Ketegangan antar etnis di Kerinci pun terjadi, menggambarkan tumbuh suburnya politik identitas di era otonomi daerah yang berpotensi besar memecah keutuhan bangsa Indonesia.
Buku ini menyajikan hasil riset dan kajian komprehensif berkenaan dengan bagaimana Orang Jaker menyalurkan aspirasi komunitasnya sekaligus beradaptasi secara kreatif dalam meneguhkan multikulturalisme bangsa Indonesia yang terdiri dari ragam mozaik kebudayaan dengan cara-cara mereka yang unik dan menarik.
Waktu Publikasi
Koleksi
Subject
- 35 views
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| buku_strategi_etnis_jawa_kerinci.pdf | 2.94 MB |
Karya Lainnya
| Judul | Dilihat |
|---|---|
| Strategi Etnis Jawa Kerinci Jambi di Era Desentralisasi | 56 |
Berdasar Subject
Berdasar Tags
| Judul | Dilihat |
|---|---|
| Strategi Etnis Jawa Kerinci Jambi di Era Desentralisasi | 56 |