PERAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DALAM PENGUATAN KARAKTER GOTONG ROYONG DAN PEDULI LINGKUNGAN DI DESA KOTO MAJIDIN MUDIK

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini dilakukan karena desa Koto Majidin Mudik adalah desa yang tingkat semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang cenderung melemah dalam masyarakat yang perlu dilakukan penguatan melalui kegiatan perkumpulan petani pemakai air (P3A). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi aktual, bentuk penguatan dan faktor pendukung serta penghambat penguatan karakter gotong royong dan peduli lingkungan melalui kegiatan P3A di desa Koto Majidin Mudik sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam penelitian lanjut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua P3A, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat. Teknik analisa data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, teknik triangulasi sumber dan mengadakan membercheck. Temuan penelitian adalah: 1) Karakter Gotong Royong masyarakat menunjukkan kecenderungan melemah, khususnya pada generasi muda Namun, melalui kegiatan P3A seperti kerja bakti membersihkan irigasi, perbaikan tanggul, dan musyawarah pembagian air, nilai gotong royong masih dapat dipertahankan dan dikuatkan. Kegiatan ini memperlihatkan peran P3A sebagai penggerak solidaritas, musyawarah, dan tolong-menolong antar warga. b). Karakter Peduli Lingkungan masih belum melekat kuat dalam keseharian masyarakat. Kebiasaan membuang sampah ke saluran air dan penggunaan bahan kimia dan pestisida secara berlebih masih sering ditemukan. Namun, P3A mulai memfasilitasi penyuluhan pertanian ramah lingkungan, yang meskipun belum optimal, menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat. 2) Peran utama P3A dalam penguatan karakter gotong royong dan peduli lingkungan, yaitu sebagai: Wadah, Penggerak, Pengawas, Fasilitator, dan Edukator. Melalui peran tersebut, P3A menjadi organisasi lokal yang mampu mendorong masyarakat menuju kehidupan yang lebih kolektif dan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. 3) Dari sisi pendukung, keberadaan budaya lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepemimpinan yang aktif, serta dukungan pemerintah desa dan lembaga adat sangat membantu P3A dalam menjalankan perannya. Namun demikian, P3A juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana, kurangnya keterlibatan generasi muda, minimnya akses pelatihan lingkungan, serta dampak cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi, serta kurangnya dana operasional.
Files
Attachment Size
TESIS TIARA MAYONA SARI-211023026.pdf 12.2 MB