Deskripsi/Abstract
analisa peneliti, menemukan adanya riba pada mekanisme pemeliharaan kerbau, kebanyakan biaya perawatan kerbau ditanggung oleh seorang mudhārib (pengelola). Adapun yang menjadi masalah selanjutnya yaitu tentang gharar yang biasanya terjadi pada anak kerbau yang diperoleh dari kerbau betina yang dibagikan menurut kebiasaan 3 bagian untuk peternak kerbau (mudhārib) dan 1 bagian untuk pemilik kerbau (shāhibul māl). Sehingga disinilah terletak gharar pada pelaksanaan bagi hasil (mawah). Berdasarkan uraian diatas.
Adapun Tujuan Penelitian ini (1) Untuk mengetahui penerapan kerjasama bagi hasil (Mudhorobah) pada ternak kerbau di Desa Serumpun Pauh Kecamatan Danau Kerinci Barat. (2) Ingi mengetahui apakah sistim kerjasama bagihasil (Mudhorobah) ternak kerbau dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Serumpun Pauh Kecamatan Danau Kerinci Barat. (3) Ingin mengetahui pendukung dan Kendala sistim kerjasama bagi hasil (Mudhorobah) pada ternak kerbau di Desa Serumpun Pauh Kecamatan Danau Kerinci Barat .
Penelitian ininmengunakan jenis penelitian Kualitatif. Adapun imnforman dalam penelitian iniadalah orang-orang yang berkopeten yang berada pada tempat penelitian diantarannya, peternak, pemodal dan pemerintahan desa.
Hasil penelitian ini menunjukkan. (1) Para peternak kerbau di Desa Serumpun Pauh pada umumnya tidak hanya mengurus kerbau sendiri bahkan sebagian besar mula-mulanya mengurus kerbau milik orang lain yang dipercaya kepada mereka karena semakin lama mereka mendapatkan jatah kerbau dari pemeliharaan tersebut sesuai dengan perjanjian yang disepakati yang pada umumnya jatah anak pertama untuk pengembala sebagai upah dalam mengembala kerbau tersebut, dan jika dijual mereka mendapatkan bagian dari untuk yang dibagi dua antara peternak dan pemodal, namun jika terjadi sakit dan sebagainya tergantung kesepakatan antara dua pemodal dan peternak. (2) Dengan pekerjaan menggembala kerbau ikut membantu perekonomian masyarakat terutama bagi para peternak karena dari memelihara kerbau tersebut mereka mendapatkan jatah atas anak kerbau, serta jika dijual mereka mendapatkan bagian dari untung penjualan tersebut serta bagi yang sudah lama menggembala kerbau mereka sudah banyak dapat jatah kerbau, sehingga jika sewaktu-waktu ada keperluan yang mendesak mereka bisa menjual kerbau tersebut, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. (3) Dalam kerjasama bagi hasil pada ternak kerbau di Desa Serumpun Pauh Terdapat beberapa pendukung yang membuat hal ini bisa dengan mudah terjadi diantaranya seperti banyaknya pemodal yang mau berinvestasi pada hewan ternak, tersedia lahan yang luas untuk menggembala hewan ternak, tingginya minat masyarakat pada mengkonsumsi daging terutama pada bulan puasa dan hari raya, namun juga tidak terlepas dari kendala diantaranya pada musim sawah susah mencari tempat untuk pengubangan kerbau.
Files
| Attachment | Size |
|---|---|
| skripsi sabil huda pdf.pdf | 857.15 KB |
Karya Lainnya
Saat ini belum ada karya lain dari penulis yang sama.