ANALISIS PROBELEMATIKA GURU PEREMPUAN BERDASARKAN KOMPETENSI GURU DI SD 210/III MUARA LINGKAT

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan yang dihadapi guru perempuan dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian di SD Negeri 210/III Muara Lingkat. Seluruh guru di sekolah tersebut adalah perempuan, yang menghadapi berbagai hambatan baik dari segi internal seperti keterbatasan waktu dan peran ganda sebagai ibu rumah tangga, maupun eksternal seperti minimnya pelatihan dan sarana penunjang. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam bagaimana guru perempuan menjalani profesinya dan upaya apa saja yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan keempat jenis kompetensi profesional yang dimilikinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan lima orang guru perempuan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan prinsip keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perempuan menghadapi tantangan yang kompleks dan saling berkaitan dalam pengembangan keempat kompetensi profesional. Dalam kompetensi pedagogik, guru mengalami kesulitan dalam merancang pembelajaran yang inovatif karena keterbatasan pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan kurangnya kesempatan mengikuti pelatihan. Dalam kompetensi profesional, guru merasa belum optimal dalam mengembangkan pengetahuan keilmuannya akibat terbatasnya akses terhadap bahan ajar dan referensi terbaru. Kompetensi sosial juga menghadapi hambatan, seperti kurangnya kepercayaan diri saat berinteraksi dengan pihak luar sekolah serta minimnya kolaborasi profesional antar rekan sejawat. Sementara itu, dalam kompetensi kepribadian, meskipun guru menunjukkan sikap sabar, tanggung jawab, dan keteladanan, tekanan emosional dari beban ganda sebagai pendidik dan ibu rumah tangga terkadang menghambat kestabilan emosi dan refleksi diri. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi yang sistematis dari lembaga pendidikan dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan profesional guru perempuan secara berkelanjutan dan holistik.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
SKRIPSI ARYA TRIWIJAYA.pdf 2.77 MB