ULAMA DAN RELASI KUASA DALAM PENGGUNAAN TRADISI TARIAN ASAIK DI HAMPARAN RAWANG

Deskripsi/Abstract
Penelitian ini mengkaji relasi kuasa antara ulama dan tokoh adat dalam pelaksanaan tradisi tarian Asaik di Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Tarian Asaik merupakan bagian dari tradisi Rentak Kudo yang memiliki akar budaya lokal dan mengandung unsur spiritual serta magis, namun menimbulkan perdebatan dari sisi ajaran Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik pelaksanaan tradisi Asaik, memahami dinamika relasi kuasa yang terjadi antara ulama dan tokoh adat, serta menganalisis faktor yang melatarbelakangi keberlanjutan tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan relasi kuasa di mana ulama dan tokoh adat tidak sekuat kekuasaan jika di bandingkan dengan objek tradisi tarian Asaik. Masyarakat memiliki peran penting sebagai pelaku utama tradisi. Ketegangan muncul saat nilai-nilai agama bersinggungan dengan adat istiadat, yang mencerminkan kompleksitas interaksi antara otoritas keagamaan, kebudayaan, dan masyarakat.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
skripsi 19 juni.pdf 2 MB