ANALISIS PERAN BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BKPSDM) SEBAGAI MEDIATOR DALAM MENCEGAH PERCERAIAN ASN DI PEMERINTAHAN KOTA SUNGAI PENUH

Deskripsi/Abstract
Penelitian dilatarbelakangi oleh BKPSDM telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan fungsi mediasi melalui pembentukan tim khusus yang berhasil memediasi beberapa kasus perceraian dengan pendekatan persuasif dan profesional, terbukti dari keberhasilan beberapa pasangan ASN yang membatalkan rencana perceraian setelah melalui proses mediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan Analisis Peran Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sebagai Mediator Dalam Mencegah Perceraian ASN di Pemerintahan Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dnegan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala BKPSDM, Kabid Pembinaan, peniliaian dan promosi, Staf BKPSDM yang dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari Reduksi Data, Data Display dan Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan. Teknik Keabsahan Data menggunakan Teknik triangulasi sumber (data) dan triangulasi metode untuk menguji keabsahan data yang berhubungan dengan masalah penelitian yang diteliti oleh peneliti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme mediasi perceraian ASN di Kota Sungai Penuh telah dilaksanakan melalui tahapan terstruktur sesuai PP 45/1990 dan SE BAKN 48/SE/1990, mulai dari penerimaan pengaduan hingga penerbitan keputusan. Meskipun prosedur formal berjalan baik, kompetensi tim mediator yang terbatas pada latar belakang administratif tanpa keahlian psikologi atau konseling menjadi kendala. BKPSDM berperan sebagai mediator dengan pendekatan preventif dan kuratif, namun masih kurang program komunikasi proaktif dan keterlibatan ahli psikologi perkawinan. Faktor pendukung mediasi meliputi kualifikasi pendidikan staf, dukungan pimpinan, dan sarana konseling yang memadai, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya kolaborasi dengan pihak eksternal, dan tidak adanya psikolog khusus untuk menangani masalah pernikahan. Peningkatan kapasitas mediator dan integrasi nilai-nilai spiritual dari Al-Qur'an dapat memperkuat efektivitas mediasi dalam mewujudkan keluarga ASN yang sakinah, mawaddah, dan rahmah
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files