MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DI SMA NEGERI 2 SUNGAI PENUH

Deskripsi/Abstract
Manajemen peserta didik dalam implementasi kebijakan sistem zonasi merupakan suatu penerimaan peserta didik baru dengan menggunakan beberapa jalur salah satunya yaitu sistem zonasi. Rumusan masalah: Bagaimana perencanaan manajemen peserta didik baru dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 2 Sungai Penuh, Bagaimana manajemen penerimaan peserta didik baru dalam implementasi kebijakan sistem zonasi di SMAN 2 Sungai Penuh, dan Bagaimana dampak implementasi kebijakan sistem zonasi terhadap manajemen peserta didik baru di SMAN 2 Sungai Penuh. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan informan peneliti yaitu kepala sekolah, wakasek kesiswaan, wakasek kurikulum dan tata usaha. Teknik pengumpulan data yang melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi, display atau penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun hasil temuan peneliti ini menunjukkan: pertama, daya tampung yang disediakan SMA Negeri 2 Sungai Penuh pada penerimaan peserta didik baru dalam setiap kebijakan yaitu melalui jalur zonasi sebanyak 55%, jalur prestasi sebanyak 27%, jalur afirmasi sebanyak 15% dan jalur perpindahan orang tua sebanyak 3%. Sedangkan penanggung jawab yang ditetapkan oleh SMA Negeri 2 Sungai Penuh dalam penerimaan peserta didik baru yaitu terdiri dari kepala sekolah, waka kesiswaan, waka humas dan kurikulum, guru, Kasubag TU, operator serta panitia panitia yang telah ditentukan. Penyampaian informasi mengenai kebijakan disampaikan melalui pengumuman lewat media sosial yang dimiliki dan juga melalui spanduk atau baliho. kedua, SMA Negeri 2 Sungai Penuh, membagi batas jarak menjadi 2 zona, yakni zona 1 yaitu wilayah yang berjarak 1.308 Meter dari sekolah dan zona 2 yang berjarak maksimal 3.473 Meter dari sekolah. Tantangan yang dihadapi sekolah dengan kebijakan sistem zonasi yaitu orang tua siswa yang protes ke sekolah karena anaknya tidak lulus padahal jarak rumah dekat dengan sekolah. ketiga, dampak kebijakan sistem zonasi dibagi menjadi 2 yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya adalah peserta didik yang berada di dekat sekolah memiliki peluang yang lebih besar diterima dari pada yang berada lumayan jauh dari sekolah. Sedangkan dampak negatifnya yaitu karena kuota yang di ambil dari sistem zonasi lebih banyak dari pada sistem yang lainnya sehingga sekolah tidak dapat melihat apakah peserta didik yang diterima memiliki prestasi unggul baik dari bidang akademik maupun non-akademik.
Waktu Publikasi
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
Skripsi vina word.pdf 2.82 MB