EKSISTENSI DAN PENGEMBANGAN STUDI AGAMA DAN KEBUDAYAAN; QUO VADIS FUAD?
Judul ini menghindari sikap apologetik seperti peluang dan harapan terhadap sesuatu yang umum dikenal dalam analisis manajemen organsiasi (semisal analisis SWOT). Studi agama dan kebudayaan di sini bukan berbicara tentang peluang dan harapan. Alasannya adalah karena sebagai suatu kajian yang in heren dengan manusia dan masyarakat sebagai subjeknya, maka peluang dan harapan sudah melekat dalam eksistensi studi agama dan kebudayaan. Eksistensi studi agama dan kebudayaan adalah suatu yang sin qua non dengan perjalanan peradaban manusia.
Penulis
Koleksi