Sejarah

Dinamika Sarekat Islam dan Komunis (Proses Penyusupan Komunis dan Perpecahan Sarekat Islam)

Submitted by admin on Mon, 05/31/2021 - 09:20

Sheevliet seorang warga belanda paham komunisme di Indonesia melalui Semaun yang juga anggota dari Sarekat Islam (SI), Semaun niatnya bikin si di tempat tumbuh suburnya paham komunisnya lewat kongres-kongres sampai pada gerakanya inilah tokoh dari tokoh-si dan bikinnya dari SI hingga semakin bertambah perpecahan SI Merah dan SI Putih.

Dampak Kapitulasi Terhadap Peradilan Turki Utsmani

Submitted by admin on Sat, 03/27/2021 - 06:43

The Ottoman Empire stood above Sharia’s Islam, which at first was only a sultanate and then its power expanded to the gates of Vienna (Austria), the North African region, Arabia and its territory to Aceh Darussalam. The Legal Capitulation Treaty was favorable in the heyday, because traders were stimulated to carry out activities in the Ottoman ports, especially in Istanbul. Significant increase in the country's foreign exchange, so that large activities are carried out without any monetary shock. After a leadership crisis, this legal capitulation agreement has been fruitful.

Penulis
Koleksi

Pemikiran Ekonomi Islam Pada Masa Awal Turki Utsmani

Submitted by admin on Fri, 03/05/2021 - 10:42

Turki Usmani merupakan pusat Khilafah Islam karena merupakan pemerintahan Islam yang terkuat pada masanya. Puncak kemajuan Turki Usmani berada pada zaman pemerintahan kekuasaan Sultan Mahmud II, antara lain pada tahun 1453 yang ditandai dengan ditaklukkannya kekaisaran Byzantium Romawi. Kekuasaan politik dan militer yang hampir tak terkalahkan ini mulai mendapat tantangan pada masa Sultan Murad IV (1623-1640) dengan munculnya kekuatan Barat. Turki Ustmani lebih memperhatikan kemajuan bidang politik dan militer.

Penulis
Koleksi

Kontroversi Antara Pemabaharuan Hukum Islam Dan Kewajiban Bermazhab

Submitted by admin on Thu, 03/04/2021 - 07:15

Gerakan tradisionalisme dalam hukum Islam muncul sebagai  respon dan reaksi positif terhadap berkembangnya gerakan Wahabi di Saudi Arabia yang kemudian berkembang ke seluruh penjuru dunia Islam. Karakter yang paling menonjol dari kelompok ini, adalah pemeliharaan dan apresiasi mereka yang tinggi terhadap warisan pemikiran masa lalu. Karena mereka lebih mengutamakan pendapat-pendapat para ulama masa lalu, maka ketaatan kepada para ulama menjadi sangat penting. Ulama menurut mereka adalah orang yang mampu memahami dan mentransformasikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat.

Penulis
Koleksi

Ide dan Realitas Khulafa’ur Rasyidin

Submitted by admin on Wed, 03/03/2021 - 10:31

Meskipun hanya berusia 30 tahun, masa republik Islam itu merupakan masa yang paling penting di dalam sejarah. Ia menyelamatkan Islam, mengonsolidasikannya dan meletakkan dasar bagi keagungan umat Islam. Khalifah pertama, Abu Bakar, menyelamatkan umat Islam dari perpecahan karena soal penggantian kepemimpinan setelah wafatnya Nabi saw. Dia juga menyelamatkan Islam dari bahaya besar orang-orang Murtad dan nabi-nabi palsu, dan mempertahankan keyakinan dalam agama yang benar di Arabia.

Penulis
Koleksi

Sejarah Munculnya Disiplin Ilmu dalam Islam

Submitted by admin on Tue, 03/02/2021 - 13:23

Salah satu faktor utama penyebab kemajuan suatu peradaban adalah ilmu. Maka, Islam yang berjaya hingga belasan abad juga banyak mempunyai khazanah keilmuan yang mewarnai masa gemilang tersebut. Tentunya menjadi hal menarik untuk mencari akar kemunculan berbagai macam disiplin ilmu yang bahkan hingga saat ini terus dipelajari dan dilestarikan. Dengan menggunakan model penilitian  kepustakaan serta pengolahan data secara deduktif, penulis mencoba mengeksplorasi sejarah keilmuan dalam Islam. Penulis mendapati bahwa pada dasarnya setiap keilmuan mempunyai sejarah kemunculannya masing-masing.

Batik Incung dan Islam di Kerinci

Submitted by admin on Tue, 03/02/2021 - 13:21

Artikel ini membahas tentang motif batik incung. Jenis apa batik incung itu? Apa adakah budaya dibalik motif batik incung? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan historis untuk menemukan sejarah dari batik incung. Siapa saja aktor yang melakukan perubahan budaya di Kerinci, terutama terkait dengan kemunculan motif batik incung yang berkaitan dengan islam. Berdasarkan sejarah, akan diketahui mengapa batik incung memiliki motif seperti itu. Hasil penelitian menunjukkan bahas berdasarkan sejarah Kerinci, motif batik mendapat pengaruh dari islam.

Penulis
Koleksi

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Isma’Il Raji Al-Faruqi

Submitted by admin on Tue, 03/02/2021 - 13:03

Islamisasi muncul karena kekhawatiran intelektual Muslim yang melihat umat Islam berada dalam krisis akibat penerapan ilmu pengetahuan Barat yang berbass sekuler. Konsep sekuler dalam ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan umat Islam karena memisahkan agama dari ilmu. Intelektual Muslim yang gencar mengagas Islamisasi adalah syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Isma’il Raji Al-Faruqi. Keduanya sama-sama beranggapan bahwa ilmu pengetahuan Barat tidak bebas nilai karena berisi ide-ide, nilai-nilai dan doktrin dari kebudayaan dan peradaban Barat.

Penulis
Koleksi

Pendidikan Akhlak Ibnu Maskawaih

Submitted by admin on Tue, 03/02/2021 - 12:59

Ibn Makawaih is a philosopher who focuses on morals. Ibn Miskawaih states that morality is a state of the soul of a person who encourages to do something without going through consideration of thoughts first. The purpose of moral education formulated by Ibn Miskawaih is the realization of an inner attitude that is able to encourage spontaneously to give birth to all good-value actions so that they can achieve perfection and obtain true and perfect happiness.

Muhammadiyah dan Al-Washliyah di Sumatera Utara; Sejarah, Ideologi, dan Amal Usahanya

Submitted by admin on Tue, 03/02/2021 - 12:57

Minangkabau and Mandailing are two different ethnicities. Minangkabau ethnicity has a modernist dominant Muslim and has a matrilineal tradition. While the Mandailing ethnic group has a conservative dominant Islam and has a patrilinear tradition. Of the two ethnic groups, two large organizations were born on the island of Sumatra, namely Muhammadiyah from the Minangkabau ethnic group identified with Pemuda and Al-Washliyah from the Mandailing ethnic group identified with Kaum Tua, both of which had major influences in education, culture and health and politics. .