ANALISIS PERAN ORANG TUA DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA KELAS XII DI PONDOK PESANTREN NURUL HAQ SEMURUP

Deskripsi/Abstract
Tujuan dari penilitian ini dilakukan yaitu : 1) untuk menganalisis bagaimana peran orang tua dalam pembentukan akhlak siswa kelas XII di pondok pesantren nurul haq semurup 2) untuk menganalisis peran guru pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas XII di pondok pesantren nurul haq semurup 3) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kerja sama orang peran orang tua dan guru pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas XII di pondok pesantren nurul haq semurup. Penelitian ini menggunakan penilitian kualitatif deskriftif, dilakukan di Madrasah Aliyah Nurul Haq Semurup. Subjek penilitian ini adalah orang tua siswa, guru pai, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data, sumber, Teknik, waktu, dan menggunakan bahan referensi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif dengan tahapan yaitu: Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua dan guru pendidikan agama islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas XII di pondok pesantren nurul haq semurup, 1) dalam pembentukan akhlak siswa kelas XII di pondok pesantren nurul haq semurup orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab melalui keteladanan, nasihat, dan pembiasaan. 2) sementara itu guru pendidikan agama islam turut berperan besar dalam dalam pembentukan akhlak siswa selama di pondok yaitu melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta kisah-kisah islami agar diteladani oleh siswa. 3) kerja sama orang tua dan guru pendidikan agama islam terbukti memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan akhlak mereka, meskipun terdapat beberapa kendala seperti, kurangnya komunikasi dan pengaruh lingkungan pergaulan. Dengan senergi yang baik, pembentukan akhlak siswa dapat berlangsung secara berkesinambungan dalam suasana pendidikan yang religius dan holistik.
Waktu Publikasi
Koleksi
Subject
Files