Tradisi Adat Lompek Paga dalam Sistem Perkawinan di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan Ditinjau Dari Maslahah

Deskripsi/Abstract
Studi ini mengangkat tema tentang “Tradisi Adat Lompek Paga Dalam Sistem Perkawinan di Nagari Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan Ditinjau Dari Maslahah”. Ditulis oleh Riono Pendri, NIM: 220023028 pada program studi hukum keluarga islam, program pascasarjana. Lompek paga di Nagari Sungai Kunyit merupakan tradisi yang mana setiap laki-laki dari luar Nagari yang ingin menikahi perempuan di Nagari Sungai Kunyit harus membayar sejumlah uang, atau benda berharga lainnya kepada ninik mamak perempuan atas nama adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris dan yuridis syar’i, dan menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan langsung dengan mendekati responden baik dengan wawancara maupun observasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan: pertama, faktor yang melatar belakangi adanya tradisi lompek paga ialah untuk memelihara eksistensi kuasa atau kewenangan mamak terhadap kemenakan perempuannya, untuk mengukuhkan identitas laki-laki pendatang didalam keluarga besar calon isterinya, serta untuk menjaga anak kemenakan perempuannya agar calon mempelai laki-laki tidak sewenang-wenang terhadap perempuan Nagari Sungai Kunyit. Kedua, pelaksanaan yang dilakukan ketika melakukan adat lompek paga, pertama sekali calon mempelai laki-laki menemui mamak dari pihak perempuan, lalu menyampaikan maksud dan tujuannya ingin menikah dengan perempuan Nagari Sungai Kunyit dan melakukan adat lompek paga, jika para pasangan tidak melakukan lompek paga maka ada beberapa ketentuan sanksi yang akan diberikan kepada pasangan berupa, membayar satu ekor kambing dan dibuang sepanjang adat. Maksud dibuang sepanjang adat yaitu, tidak dianggap atau dikucilkan disuatu kaum atau suku. Ketiga, adat lompek paga memberi manfaat atau maslahah bagi masyarakat nagari sungai kunyit khususnya, bagi kaum perempuan di Nagari Sungai Kunyit karena mereka lebih dimuliakan dan dihargai dengan adanya tradisi ini. Sehingga terlihat bahwa tradisi lompek paga ini sejalan dengan syari’at agama islam yakni dalam hal memuliakan perempuan dan termasuk kedalam maslahah mursalah.
Waktu Publikasi
Penulis
Koleksi
Subject
Files
Attachment Size
RIONO PENDRI.pdf 5.59 MB